Genre Musik Populer Indonesia Dangdut


18/02/2021

Genre Musik Populer Indonesia Dangdut – Dangdut adalah salah satu jenis musik pop tradisional Indonesia, terutama dengan unsur Hindustan, Melayu dan Arab. Dangdut memiliki ciri khas alat musik perkusi (tabla) dan drum India. Dangdut juga sangat dipengaruhi oleh musik klasik India dan lagu Bollywood.

Genre Musik Populer Indonesia Dangdut

source : sonybmg.co.id

Secara historis yang telah enricocasarosa rangkum, Dangdut dipengaruhi oleh film dan lagu Bollywood Ellya Khadam “Indian Doll”, dan dipengaruhi oleh musik India. Dangdut (Dangdut) terakhir lahir pada tahun 1968, dengan protagonis Rhoma Irama (Rhoma Irama). Dalam perkembangan bentuk kontemporer, unsur-unsur musik India (terutama penggunaan tabla) dan musik Arab (dalam kaitannya dengan kekusutan dan harmoni) mulai memberikan pengaruh.

Pada akhir 1960-an, perubahan proses politik di Indonesia mengawali gelombang kuat musik Barat dengan memperkenalkan penggunaan dan pemasaran gitar elektrik. Sejak tahun 1970-an, Dangdang bisa dikatakan telah matang dalam bentuknya yang modern. Sebagai musik populer, dangdut mudah dipengaruhi oleh bentuk musik lain, termasuk nada, gaya, gamelan, gambus, rock, pop, bahkan musik keluarga.

India juga sangat berpengaruh dalam genre musik dangdut ini, namun dari segi harmoni dan gaya instrumennya juga populer dengan lagu-lagu dangdut klasik bertema India yang dibawakan oleh penyanyi dangdut populer (seperti Rhoma Irama). Lagu tersebut berjudul “Terajana “, Lagu Mansyur S.” Khana “, lagu Ellya Khadam” Indian Doll “dan lagu Via Vallen Sayang, membuat musik spesial Dangdang semakin populer saat ini.

Asal Istilah Dangdut

Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatopoeia untuk bunyi tabla musik India (dalam dunia dangdut hanya disebut kendang). Putu Wijaya semula menyebut dalam majalah Tempo pada 27 Mei 1972 bahwa lagu boneka India adalah campuran lagu Melayu, irama gurun dan “dang-ding-dut” India. Nama itu kemudian dikompresi menjadi “dangdut”, dan majalah itu digunakan untuk menunjukkan lagu Melayu yang dipengaruhi oleh lagu-lagu India.

Pengaruh Dan Perkembangan Dangdut

Qasidah masuk ke Nusantara tahun 635 – 1600

Sejak pedagang Arab membawa Islam pada tahun 635, Qasida telah masuk ke nusantara, dan kemudian pedagang Gujarat dari 900 hingga 1200, pedagang Persia dari 1300 hingga 1600 juga membawa Islam. Nyanyian Kashida biasanya dilakukan di masjid, pesantren di Dawa.

Gambus dan migrasi orang Arab mulai tahun 1870

Gambus adalah alat musik Arab yang mirip dengan gitar, tetapi dengan suara yang lebih rendah. Diperkirakan bahwa alat musik gesek masuk ke nusantara dari tahun 1870 hingga 1888 oleh klan Arab Arab Hadramaut (sekarang Yaman) dan Mesir. Setelah Terusan Suez dibuka pada tahun 1870, pelabuhan Tanjung Priok di utara Jakarta dibangun pada tahun 1877., Koninklijke Paketvaart Maatschappij didirikan pada tahun 1888. Musisi Arab sering menyanyikan musik Arab diiringi alat musik petik.

Pada awal abad ke-20, orang Arab-Indonesia gemar mendengarkan lagu judi. Sekitar tahun 1930, Syech Albar (ayah Ahmed Alba) membentuk sebuah band judi di Surabaya. Ia juga menghasilkan rekor di Kolombia pada 1930-an, yang laris manis di Malaysia dan Singapura.

Musik Melayu Deli tahun 1940

Musik Melayu Deli lahir di Sumatera Utara bersama Husein Bawafie dan Muhammad Mashabi sekitar tahun 1940, kemudian menyebar ke Batavia dengan berdirinya Orkes Melayu.

Irama Amerika Latin tahun 1950

Pada tahun 1950, musik Amerika Latin masuk ke Indonesia oleh Xavier Cugat dan Edmundo Ros dan Perez Prado, termasuk Trio Los Panchos atau Los Paraguayos. Selanjutnya Kombo Gumarang Band dan Zainal juga menampilkan berbagai lagu Minang.

Meski dangdut modern berbeda dengan musik melayu, akarnya berbeda. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, banyak orkestra Melayu di Jakarta yang memainkan idiom-idiom Melayu dari Sumatera (dekat Medan).

Dari musik Melayu Deli tahun 1940 ke Dangdut tahun 1968

Orkestra Melayu asli (biasa disingkat OM, istilah ini masih sering digunakan dalam kelompok musik dangdut) pada awalnya menggunakan alat musik antara lain gitar rakyat, akordeon, rebana, kecapi dan suling, bahkan gong. Musik Melayu Deli awalnya berasal dari daerah Deli Medan pada tahun 1940-an, dan kemudian musik Melayu Deli ini juga berkembang ke daerah lain termasuk Jakarta. Selama periode ini, eksperimen mulai memasukkan unsur-unsur India ke dalam musik Melayu.

Saat itu, perkembangan industri film dan politik anti-Barat Presiden Soekarno menjadi pupuk bagi organisasi-organisasi tersebut. Selama periode ini, Anda bisa melihat hal-hal seperti P. Ramlee (dari Malaya), Said Effendi (dengan lagu Seroja), Ellya (dengan gaya panggung penari India, pencipta boneka India), Husein Bawafie (salah satu penulis lagu Ratapan Anak. Tiri) , Munif Bahaswan (pencipta Burden in Asmara) dan M. Mashabi (pencipta film yang sangat populer “Ratapan Anak Tiri” tahun 1970-an).

Gaya bermusik periode ini bertahan hingga tahun 1970-an, meskipun kancah musik melayu di bawah pimpinan Rhoma Irama di bawah pimpinan Soneta Group juga mengalami perubahan besar. Beberapa nama tahun 1970-an yang bisa disebut-sebut adalah Mansyur S., Ida Laila, A. Rafiq dan Muchsin Alatas. Popularitas musik melayu terlihat dari beberapa album pop melayu yang dirilis oleh grup musik pop Koes Plus di masa jayanya.

Dangdut modern berkembang pada awal tahun 1970-an, sejalan dengan kebijakan Indonesia yang bersahabat dengan budaya Barat. Dangdut modern mencakup alat musik barat modern, seperti gitar elektrik, organ elektrik, alat perkusi, terompet, saksofon, biola, dll untuk menambah variasi. Tempat kreatif musisi.

Mandolin juga masuk sebagai elemen penting. Dalam musik dangdut, pengaruh rock (terutama pada permainan gitar) sangat besar. Pada tahun 1970-an menjadi ajang “pertarungan” musik Dangdang dan musik rock untuk merebut pasar musik Indonesia, hingga digelar konser “duel” antara Soneta Group dengan God Bless. Hampir sejak saat itu, musik melayu mengalami perubahan, termasuk model bisnis musiknya.

Pada paruh kedua tahun 1970-an, di bawah dorongan OM Pancaran Sinar Petromaks (PSP), varian “Dangdang Humor” juga dikembangkan. Orkes ini berbeda dengan musik deli gaya melayu, ia menyebarkan dangdang khusus di kalangan pelajar. Misalnya, OMR “Introduction to Toxic Drinking” (PMR) dan Organisasi Pemuda Harapan Bangsa (PHB) di awal tahun 2000-an melanjutkan kategori ini.

Interaksi Dangdut Dengan Genre Musik Lain

Dangdut sangat fleksibel dalam menghadapi dan mempengaruhi bentuk musik lain. Lagu-lagu Barat yang populer pada 1960-an dan 1970-an sedang dinyanyikan. Aliran musik pipa dan kasidah perlahan-lahan terhempas dalam aliran musik dangdut. Hal yang sama terjadi pada musik beat dari Cirebon, sehingga yang masih eksis hingga saat ini adalah bentuk hybridnya: drum. Musik rock, pop, disko, home music, dan dangdang terintegrasi sempurna.

Perpaduan musik dangdut dan rock secara resmi disebut Rockdut. Begitu pula dengan musik daerah, seperti jaipongan, degung, tarling, keroncong, gaya jawa (bentuk musik campuran yang disebut congdut, yang bercirikan Didi Kempot) atau zapin. Dangdut mudah menerima unsur “asing”, sehingga rentan terhadap pembajakan, seperti halnya lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu Latin. Misalnya, Kopi Dangdut adalah lagu “bajakan” yang populer di Venezuela.

Dangdut Dalam Budaya

Rhoma Irama menggunakan Dangdang sebagai sarana dakwah, hal ini terlihat pada lirik lagu dan ucapannya sendiri. Saat memprotes gaya panggung penyanyi dangdut, termasuk Inul Daratista yang senam gemetar ditandai sebagai penghapusan dan “moralitas korup”, hal ini menjadi salah satu pemicu kontroversi di Indonesia pada tahun 2003. Jauh sebelumnya, dangdut juga sempat menjadi perdebatan dan diakhiri dengan pelarangan pentas dangdut pada perayaan Sekaten di Yogyakarta.

Karena gaya panggung penyanyi (wanita) dianggap terlalu “terbuka” dan bermutu rendah, hal itu kembali menimbulkan kontroversi, dan karenanya tidak sejalan dengan misi perayaan keagamaan Sekaten. Dangdut memang diakui oleh banyak orang sebagai salah satu jenis musik yang mengusung hasrat masyarakat bawah dengan cara yang sederhana dan jelas. Fitur ini tercermin pada lirik dan struktur lagunya. Gaya panggung yang sensasional tidak dapat dibedakan dari pernapasan ini.

Panggung kampanye partai pun tak ketinggalan popularitas Dangdang untuk menarik massa. Ketika politikus Basofi Soedirman menjadi anggota Golkar menyanyikan lagu-lagu Dangdang, persoalan Dangdang sebagai alat politik pun muncul. Kelas bawah. Dalam setiap tayangan hiburan, niscaya dangdut bisa turut menggairahkan suasana. Panggung dangdut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat.

Di kota-kota besar, ada banyak tempat hiburan dan diskotik yang didedikasikan untuk memainkan lagu-lagu bounce. Stasiun radio yang mengaku sebagai “Radio Dangdang” juga mudah ditemukan di berbagai kota.

Dangdut Era Millenium

Dangdut Koplo lahir di Indonesia sejak tahun 2000 dan sangat dihormati oleh grup musik Jawa Timur. Tapi itu tidak nasional seperti sekarang. Dua tahun kemudian, setelah bidang “kekuasaan” meluas ke Jogja dan beberapa kota lain di Jawa Tengah, perubahan baru atau cabang musik dangdut ini menjadi semakin menakjubkan. Salah satu hal yang membuat genre ini berhasil memperluas cakupan “ power ” nya adalah VCD bajakan yang dapat digunakan publik dengan mudah dan murah sebagai “ pengganti ” hiburan publik dari VCD / DVD original artis nasional. / celeb ‘dapatkan. Dianggap mahal. Kesuksesan VCD bajakan dibarengi dengan fenomena “latihan mengayun” dari Inul Daratista.

Fenomena inilah yang sebenarnya menjadi alasan mengapa Koplo Dangdut semakin populer di seluruh Indonesia. Apalagi setelah goncangan pengeboran, media TV swasta di beberapa negara sudah mencium bau ini. Oleh karena itu, lambat laun masyarakat Indonesia menyadari Dangdut Koplo dan Inul sendiri.

Namun fenomena ini bukan berarti tidak ada masalah. Rhoma Irama, Raja Dangdut Indonesia, adalah artis dangdut senior pertama yang menentang Inul karena latihannya kontroversial. Rhoma menentang kemunculan Inul yang memiliki ciri berayun sendiri-sendiri, karena berbau pornografi dan menimbulkan dekadensi moral. Tak hanya itu, raja juga khawatir jika situasi ini tidak diperhatikan, para penyanyi di kawasan itu akan mengikuti ratu ayun untuk mengadopsi model ayunan erotis lainnya.

Tindakan Rhoma terhadap Inul dan beberapa tokoh partai lainnya justru disambut baik oleh para pembela Inul. Baik itu masyarakat umum atau seniman Indonesia lainnya (bahkan ahli hukum). Sejak saat itu, pro dan kontra Inul menjadi headline di media Indonesia bahkan beberapa media internasional seperti BBC News.

Fakta membuktikan, pro dan kontra dari kedua belah pihak membuat Inul sendiri, Dangdut Koplo, dan artis dangdut lainnya semakin populer. Apa yang dikatakan raja benar adanya, karena kemunculan Inul diikuti dengan munculnya seniman-seniman baru yang juga memiliki identitas labil, seperti Uut Permatasari (Uut Permatasari).) Pemeran dan rusaknya karya Anisa Bahar (Anisa Bahar). Ini membuat raja dan lawannya semakin sedih. Munculnya artis atau penyanyi baru dangdut karena kontroversi juga membuat dangdut koplo semakin populer. Setelah Uut dan Anisa Bahar, muncul nama lain, seperti Dewi Persik, Julia Perez, dan Shinta Jojo.

Di sisi lain, Dangdut sedang memilih ketua baru melalui konferensi PAMMI. Dalam pertemuan itu, Rhoma kembali terpilih sebagai ketua PAMMI. Pernyataan yang mengejutkan, Rhoma secara terbuka melarang penggunaan pelengkap dangdut karena menyimpang dari standar dangdut, sehingga aliran darah harus ada secara mandiri. Salah satu alasan popularitasnya adalah karena Dangdut Koplo menghasilkan penyanyi dangdut dengan ayunan erotis dan tampang vulgar.

Sayangnya, para aktor dangdut, khususnya para penyanyi, sepertinya belum pernah mendengarnya berbicara. Bahkan, selain produktivitas Dangdut non-Koplo, Dangdut Koplo sendiri nampaknya semakin kentara, sedangkan Dangdut non-Koplo sepi dan kalah bersaing dengan semakin maraknya peredaran CD / DVD bajakan. Di sisi lain, baik lokal maupun nasional, penyanyi baru juga sedang booming, dan semakin banyak band dangdut koplo atau band rock klasik atau dangdut yang berubah arah menjadi dangdut koplo.

Mungkin banyak orang Indonesia yang sudah mengenal artis pendatang, seperti Ayu Tingting, Siti Badriah, Zaskia Gotik, Trio Macan, Wika Salim (Wika Salim)), Melinda, dll., Atau grup Dangdut Koplo di Jawa Timur yang semakin populer di Indonesia. Karena perselisihan inilah semua ini terjadi.

Artis Dangdut Indonesia Pendatang Baru Di Tahun 2000

1. Wika Salim

Wika Salim

source : wowkeren

Wika Febrina Putri (lahir 26 Februari 1992 di Bogor, umur 28) adalah seorang penyanyi Indonesia. Saat remaja, Wika Salim memang bukan pendatang baru di belantika musik dangdut Indonesia. Banyak prestasi yang telah diraihnya, salah satunya adalah terpilih dalam program kompetisi pencarian bakat StarDut di Indosiar.

Putri bungsu Agus Salim dan Mujiarti ini memiliki keinginan yang tinggi untuk dapat mewujudkan impian menjadi salah satu penyanyi terbaik Dangdang dan membuat orang tua bahagia dan bangga. Namun untuk mewujudkan mimpinya tidak semudah berpindah tangan, selama ini karirnya banyak menemui kendala dan kendala, namun hal tersebut tidak menghentikannya untuk terus bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpinya. .

Mengawali karir sebagai penyanyi dangdut melalui audisi proyek / acara pencarian bakat yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun TV swasta nasional pada tahun 2008 saat usianya baru menginjak 16 tahun. Kemudian Wika Salim (Wika Salim) bergabung dengan genre musik modern Dangdang (Vangal Trio) dan merilis 3 (tiga) single.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Aliran Musik Campursari

Saat ini Wika Salim telah kembali menekuni karir pribadinya dan berusaha bertahan dengan keberuntungannya sendiri serta berkontribusi dalam perkembangan musik dangdut di Indonesia. Dengan single pertama Candra Permana “Lagu Ngutang”, Wika Salim siap mencurahkan seluruh kemampuan menyanyinya untuk industri musik hiburan dan hiburan di Indonesia.

2. Ayu Ting Ting

Ayu Ting Ting

source : fajar.co.id

Ayu Ting Ting, lahir dengan nama Ayu Rosmalina (lahir 20 Juni 1992 di Depok, Jawa Barat, Indonesia; umur 28), adalah seorang penyanyi, aktris, pembawa acara, youtuber dan tokoh TV dari dangdut, Indonesia. Ia menjadi terkenal saat menyanyikan lagu berjudul “Geol Ajep Ajep dan Alamat Palsu”. Ini kreasi Dadan dari Tasikmalaya.

Dia dulu menghabiskan waktu belajar di Universitas Gunadarma. Karena popularitasnya di industri hiburan, ia memilih untuk tidak melanjutkan studinya sebagai karier.

3. Siti Badriah

Siti Badriah

source : liputan6

Siti Badriah (lahir 11 November 1991, Bekasi; 29 tahun) atau lebih dikenal dengan nama panggung Sibad. Pada 2018, namanya melambung setelah membawakan single “Lagi Syantik” yang sudah ditonton hampir 500 juta kali di YouTube. Lagi Syantik berhasil masuk Billboard YouTube Music Chart dan menduduki peringkat tertinggi di No 4.

Sibad adalah penyanyi yang memiliki bakat menyanyi sejak kecil. Siti sudah aktif menyanyi sejak kelas dua sekolah dasar.  Saat itu, Siti Badriah adalah penyanyi keliling dan sering bernyanyi bersama penyanyi terkenal. Siti juga mengikuti berbagai festival musik untuk mengasah dan menambah pengalaman bernyanyinya. Berkat bakat dan darah seni yang mengalir pada Siti, pencipta lagu bernama Endang Raes langsung mengajak Siti menyanyikan lagunya yang kemudian diterima Siti.

Berkat kolaborasi ini, Siti kemudian merilis single Endang Raes berjudul “Breaking the Law” yang dibawakan oleh Rahayu Kertawiguna, pendiri Perusahaan Musik Nagaswara. Setelah mencapai kesepakatan dengan Nagaswara, single “Breach of Law” bisa dirilis ke publik. Selain single “Breaking the Law”, Citibank saat ini memiliki tiga single lainnya, yakni Suamiku Kawin Lagi, Goyangan Manjur, dan Brondong Tua.

4. Zaskia Gotik

Zaskia Gotik

source : okezone

Surkianih, dikenal sebagai Zaskia Gotik dan terkadang dipanggil Zaskia Shinta (lahir 27 April 1990 di Bekasi; umur 30), adalah seorang penyanyi dan aktris Indonesia.

Zaskia sudah tertarik menyanyi sejak ia berusia 5 tahun, namun ia baru mulai bernyanyi secara profesional saat kelas satu SMP. Berawal dari mengikuti berbagai perlombaan menyanyi, Zaskia akhirnya bisa mendapatkan jadwal penampilan yang rutin dari satu kafe ke kafe lainnya. Setelah menikmati menyanyi, akhirnya ia memilih meninggalkan sekolah dan menekuni dunia tarik suara.

Pada tahun 2011, kesempatan Zaskia untuk serius di dunia tarik suara mulai terbuka. Dia membuat single dengan perusahaan rekaman independen besar Nagaswara di bawah namanya. Akhirnya pada bulan Oktober 2011, single pertamanya “One Hour” mulai dirilis di pasaran. Mengenai aliran musiknya, Zaskia memilih genre musik indoor pop yang mencampurkan banyak dentuman keras dengan suara DJ. Belakangan, Zaskia merilis single keduanya yang berjudul “Teach Me God”.

Merek dagangnya yang sangat populer “Bebek Gaoyang” ternyata menjadi perdebatan. Duo bernama De Mocca menggugat Zaskia karena dianggap mirip goyangan mereka, yakni Goyang Bebek. Zaskia sendiri meyakini hal tersebut sudah menjadi ciri khasnya sejak pertama kali muncul di tahun 2005. Nama gemetar juga merupakan anugerah dari masyarakat, bukan inisiatifnya.

Setelah negosiasi antara kedua pihak, mereka akhirnya sepakat untuk mencapai perdamaian, dan kedua belah pihak terus tampil dengan nama unik mereka masing-masing dan terguncang. Karena itu, dia disebut Zaskia Gothic. Pada tahun 2014, Zaskia memperoleh rekor MURI dengan membuat 7 klip video setiap hari.

5. Trio Macan

Trio Macan

source : kapanlagi.com

Trio Macan adalah Trio Dangdut dari Jawa Timur. Saat ini ketiga personel tersebut merupakan personel baru dan tidak ada personel yang masih bertahan. Personel tersebut merupakan hasil audisi dari manajemen. Personel tersebut antara lain Ananda Putri Chykalia, Elok Fatimatuz Zahro dan Novitania Anggraini Putri Ramadani.

Sejarah Trio Macan

  • Pada tahun 2004, tiga orang staf Macan mulai dibentuk, awalnya Lia Ladysta, Iva Novanda (sekarang Iva Lola) dan Nita Viola. Mereka berangsur-angsur naik panggung di Jombang, Jawa Timur, Jawa Tengah dan sekitarnya.Sampai tahun 2005, dibawah kepemimpinan manajemen Proactive Music, mereka datang ke Jakarta dan memulai karir di industri musik folk. Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka akhirnya sukses mengembangkan lagu “SMS”. Dengan lagu ini, trio Macan memenangkan 2006 MTV Music Awards. [1]
  • Seiring berjalannya waktu, ketiga staf Macam direorganisasi pada tahun 2007, dan anggota asli Nita kemudian digantikan oleh Dian Aditya.
  • Pada 2008, Dian memilih hengkang karena alasan pribadi. Posisinya digantikan oleh pengganti Ayu Terra. Di saat yang sama, Iva juga mengambil cuti dan digantikan oleh Yenny Anggraini. Karena itu, Macan Trio diperkuat oleh Lia yang sudah tua dan dua pengganti Ayu dan Yenny.
  • Di penghujung tahun 2009, Maco Trio kembali menjalani reorganisasi. Lia meninggalkan trio Macan kali ini, dan stafnya memiliki nama yang sama dengan Lia, yaitu Lia Amelia. Pada saat yang sama, dua veteran Eva dan Dian kembali menjadi tentara.
  • Di tahun 2011, di pertengahan tahun ini, karena ditinggal Dian, pendirian Maco Trio kembali bermasalah. Kepergian Dian membuat Maco Trio vakum beberapa saat, hingga akhirnya menemukan penggantinya, Chaha Sherly.
  • Pada tahun 2014, manajemen mengumumkan Dara Rafika (Dara Rafika) yang merupakan hasil audisi manajemen menggantikan Iva. Ava resmi mengundurkan diri dari Makan pada tanggal 26 September 2014 untuk bekerja sebagai kepentingan pribadi.

Related